Rabu, 23 Januari 2013

Contoh Rumusan Masalah

Rumusan Masalah dapat dikatakan sebagai jantungnya penelitian, oleh sebab itu dengan adanya contoh rumusan masalah ini dapat di jadikan sebagai referensi. Rumusan masalah dapat disebut sebagai jantungnya penelitian karena penelitian sendiri tidak akan mungkin berjalan, tidak akan mungkin diadakan tanpa adanya rumusan masalah. Suatu penelitian diadakan karena adanya suatu masalah.

Suatu masalah perlu diteliti untuk menguraikan masalah tersebut, untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah tersebut, atau untuk menemukan solusi atau penyelesaian masalah tersebut, tergantung dari jenis dan tujuan masing-masing penelitian. Untuk itu, ketika masalah ini kita tidak ketahui secara jelas, tidak kita rumuskan maka sangat jelas untuk melakukan penelitian tersebut kita akan kesulitan, akan tertatih-tatih, atau mungkin tidak akan mungkin melanjutkannya. Rumusan masalah ini yang akan menentukan tujuan dari penelitian.
Pengertian dan Jenis Rumusan Masalah

Rumusan masalah berarti pembatasan masalah, fokus penelitian. Masalah sendiri adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan. Karenanya situasi ini yang ingin diteliti, yang akan diteliti, yang menjadi masalah penelitian. Situasi inilah yang harus dijelaskan, yang harus dirumuskan.

Gambaran atau penjelasan situasi ini ke dalam satu konsep yang mudah dimengerti inilah yang dimaksud dengan rumusan masalah. Rumusan masalah adalah gambaran atau resume yang dikonsep dari latar belakang penelitian. Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data, yang didasarkan dari masalah.

Perumusan masalah didasarkan pada jenis penelitian, kuantitatif dan kualitatif. Perumusan atau pembatasan masalah pada penelitian kuantitatif lebih didasarkan pada tingkat kepentingan, urgensi, dan feasebilitas masalah yang akan dipecahkan. Selain itu, terdapat juga faktor keterbatasan tenaga, dana, dan waktu.

Sementara dalam penelitian kualitatif, perumusan masalah diperlukan untuk mempertajam fokus atau masalah, mempersempit atau memperjelas masalah hingga sespesifik mungkin sehingga rumusan masalah ini kemudian akan membantu peneliti di dalam menentukan tiap-tiap langkah penelitian.

Bentuk-bentuk atau jenis rumusan masalah dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Bentuk atau jenis rumusan masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif (Sugiono, 2011: 35, 309). Masing-masing dari ketiga jenis ini dikelompokkan lagi berdasarkan jenis penelitian, apakah kuantitatif atau kualitatif.Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif disusun atau dirumuskan berdasarkan definisi operasional dari suatu variabel penelitian.

Sementara rumusan masalah atau pertanyaan penelitian tidak demikian, dirumuskan dengan maksud untuk memahami gejala yang kompleks, interaksi sosial yang terjadi, dan kemungkinan ditemukannya hipotesis baru atau teori baru maka pahami uraian berikut.
Rumusan Masalah Deskriptif-Kuantitatif

Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).

Jadi, dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian dengan rumusan masalah semacam ini kemudian disebut dengan penelitian deskriptif-kuantitatif.

Deksriptif Kualitatif: Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan dalam.
Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel dengan variabel yang lain pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan yang lain.
Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosaitif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang berisfat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam hal ini, terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu sebagai berikut.

Hubungan simetris, suatu hubungan antara fua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan.

Hubungan kausal, hubungan yang bersifat sebab-akibat, jadi ada variabel yang independen atau mempengaruhi, ada yang dependen atau dipengaruhi.

Hubungan interaktif/resiprokal/timbal-balik, hubungan yang saling mempengaruhi, tidak diketahui variabelnya yang mana dependen yang mana independen.

Asosiatif kualitatif merupakan rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lainnya. Rumusan masalah asosiatif kualitatif mengamati persoalan hubungan resiprokal atau hubungan yang saling memengaruhi atau interaktif.
Contoh Rumusan Masalah

Contoh rumusan masalah berdasarkan jenis-jenis rumusan masalah di atas, antara lain sebagai berikut.
Contoh Rumusan Masalah Deskriptif Kuantitatif

Seberapa baik kinerja Kabinet Bersatu?

Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum?

Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga di Jakarta.

Seberapa tinggi tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang kesehatan?

Contoh Rumusan Masalah Komparatif Kuantitatif

Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri, BUMN, dan Swasta?

Adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan PT dengan CV.

Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara pegawai Swasta Nasional dan Perusahaan Asing?

Adakah perbedaan kenyamanan naik Kereta Api dengan Bus menurut berbagai kelompok masyarakat?

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Kuantitatif (Hubungan Simetris)

Adakah hubungan antara banyaknya bunyi burung prenjak dengan tamu yang datang?

Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah?

Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin?

Adakah hubungan antara jumlah pisau yang terjual dengan tingkat kejahatan di suatu daerah?

Adakah hubungan antara banyaknya radio dengan tingkat kemalasan para remaja di suatu desa?

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Kuantitatif (Hubungan Kausal)

Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?

Seberapa besar pengaruh kepemimpinan nasional terhadap perilaku masyarakat?

Seberapa besar pengaruh tata ruang kantor terhadap efisiensi kerja karyawan?

Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan, dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan suatu sekolah?

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Kuantitatif (Hubungan Resiprokal)

Hubungan antara motivasi dan prestasi.

Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan.

Hubungan antara panjangnya slot iklan dengan tingkat penjualan.

Hubungan antara jingle iklan dengan branding produk.

Contoh Rumusan Masalah Deskriptif Kualitatif

Apakah peristiwa yang terjadi dalam situasi sosial atau setting tertentu.

Apakah makna peristiwa tersebut bagi orang-orang yang ada atau hadir pada setting tersebut?

Bagaimanakah gambaran rakyat miskin di situasi atau setting tertentu?

Apakah makna miskin bagi mereka?

Apakah pemahaman pegawai outsource pada organisasi BUMN tentang makna manajemen?

Bagaimanakah iklim kerja atau suasana kerja pada divisi komunikasi organisasi BUMN?

Contoh Rumusan Masalah Komparatif Kualitatif

Apakah peristiwa penjarahan pada masa krisis moneter sama dengan peristiwa penjarahan lainnya?

Apakah pola terbentuknya kemiskinan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain?

Apakah kinerja organisasi BUMN berbeda dengan kinerja organisasi swasta?

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Kualitatif

Apakah peristiwa penjarahan tersebut diorganisir dalam pola-pola organisasi sosial tertentu?

Apakah peristiwa tersebut berhubungan dengan peristiwa lain yang pernah terjadi dalam situasi yang sama dan situasi yang berbeda?

Bagaimanakah pola terbentuknya mereka yang menjadi miskin?

Bagaimanakah model koordinasi, kepemimpinan, dan supervisi yang dijalankan dalam organisasi BUMN?

Bagaimanakah pola penyusunan anggaran pendapatan dan belanja organisasi BUMN tersebut?

Demikian sekilas mengenai contoh rumusan makalah yg mudah-mudaan isa bermanfaat. Dapatkan infomenarik lainnya seputar berita terhangat yang bisa Anda dapatkan melalui zona terlarang blog berita hot trend ramalan terbaru.
Rating: 4.5 out of 5

0 comments:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Zona Area Terlarang - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz