Rabu, 26 September 2012

Sejarah Proses Perumusan Pancasila

Sejarah Proses Perumusan Pancasila yang merupakan Sebagai bagian dari realisasi janji itu, dibentuk Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945. BPUPKI yang dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat ditugaskan untuk membentuk panitia kecil guna merumuskan UUD. Ini merupakan langkah awal sejarah perumusan Pancasila. Rumusan Pancasila yang disampaikan oleh Muhammad Yamin dan Soekarno, Piagam Jakarta, merupakan rumusan yang cukup populer.
Sejarah Perumusan Pancasila - Pendapat Muhammad Yamin

Pada sidang BPUPKI 29 Mei sampai 1 Juni 1945, beberapa anggota dimintai menyampaikan usul soal rancangan Negara Republik Indonesia yang akan berdiri pada 29 Mei 1945, Muhammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara Republik Indonesia dalam sidang pleno BPUPKI.

Dalam pidatonya, Muhammad Yamin mengungkapkan lima calon dasar negara, yang berisi sebagai berikut.

Peri Kebangsaan

Peri Ketuhanan

Peri Kemanusiaan

Peri Kerakyatan

Kesejahteraan Rakyat

Sementara itu, usulan tertulis yang disampaikan oleh Muhammad Yamin, berbeda dengan yang disampaikannya dalam pidato. Berikut ini usulan tertulis yang disampaikan pada BPUPKI.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kebangsaan persatuan Indonesia

Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sejarah Perumusan Pancasila - Pidato Soekarno

Soekarno, yang nanti menjadi Presiden RI pertama, menyampaikan juga usulan dasar negara yang akan berdiri. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengemukakan usulannya. Tanggal tersebut kemudian dikenal sebagai hari Lahir Pancasila. Soekarno, dalam usulannya, menyampaikan tiga dasar negara yang terdiri dari lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip.

Rumusan-rumusan tersebut disebut Pancasila, Trisila, dan Ekasila. Diyakini bahwa Soekarno yang pertama kali menggunakan istilah Pancasila untuk menamakan rumusan yang lima prinsip tadi.

Dalam pidatonya, Soekarno berkata, "Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa. Namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal, dan abadi". Berikut ini isi rumusan Pancasila yang dikemukakan Soekarno.

Kebangsaan Indonesia

Internasionalisme atau peri kemanusiaan

Mufakat atau demokrasi

Kesejahteraan sosial

Ketuhanan yang Maha Esa

Sedangkan rumusan trisila berisi Socio-Nationalisme, Socio-Demokratie, dan Ketuhanan. Ekasila yang hanya berisi satu rumusan, berisi Gotong Royong.
Sejarah Perumusan Pancasila - Isi Piagam Jakarta

Delapan anggota BPUPKI ditugaskan untuk menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI, selama masa reses, 2 Juni sampai 9 Juli 1945. Pada 22 Juni 1945, panitia kecil bertemu secara informal dengan 30 anggota BPUPKI. Pertemuan itu memutuskan untuk dibentuk panitia baru yang berbeda. Panitia ini dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan. Mereka diberi tugas menyelaraskan hubungan agama dan negara.

Pembentukan panitia tersebut, disebabkan oleh anggota BPUPKI yang terbelah menjadi dua kubu dalam hal menentukan hubungan agama dan negara. Golongan Islam menginginkan teorkrasi Islam dimasukkan dalam dasar negara, sedangkan golongan kebangsaan menginginkan bentuk negar sekuler. Lalu, mereka berembuk dan dicantumkan dalam dokumen yang populer disebut Piagam Jakarta. Rumusan itu berisi.

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Persatuan Indonesia.

Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah Perumusan Pancasila - Rumusan BPUPKI dan PPKI

Pada 14 Juli 1945, BPUPKI menerima rumusan dasar negara. Namun, isinya sedikit berbeda dengan Piagam Jakarta. Berikut ini isi rumusan rancangan dasar negara Republik Indonesia hasil rapat BPUPKI.

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Persatuan Indonesia.

Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada 7 Agustus 1945, dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), menggantikan BPUPKI. Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tak lama setelah diterima kabar kekalahan Jepang atas Sekutu. Pada sore harinya, AA. Maramis yang mewakili Kaigun Indonesia Timur, menemui Soekarno menyatakan keberatannya di rumusan dasar negara, khususnya kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Soekarno lalu menghubungi wakil-wakil golongan Islam untuk mendiskusikan keberatan ini dan menjaga kedaulatan bangsa yang baru saja diproklamasikan. Sebelumnya, wakil-wakil Islam menolak penghapusan kalimat tadi. Tapi, setelah dilakukan diskusi, akhirnya mereka menyetujui pergantian sila pertama.

Pada 18 Agustus 1945, PPKI mengumumkan rumusan dasar negara yang terdapat juga dalam paragraf keempat pembukaan UUD. Berikut ini isinya.

Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Persatuan Indonesia

Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah Perumusan Pancasila - Perkembangan Selanjutnya

Sejarah perumusan Pancasila tidak berhenti di sini. Setelah peristiwa-peristiwa tadi, rumusan dasar negara kembali berubah-ubah. Pada 1949, Republik Indonesia menjadi negara federal bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Perubahan bentuk negara ini karena keterpaksaan menerima konsep yang diajukan oleh Belanda.

Sebelumnya, Belanda melakukan agresi militer dan berhasil menduduki beberapa wilayah Indonesia. Ibu kota RI pun pindah ke Yogyakarta. RIS terbentuk pada 14 Desember 1949, dengan 16 negara bagian. Dalam konstitusi RIS, dasar negara ada di Mukadimah paragraf empat, yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial".

Hanya dalam hitungan bulan, negara RIS akhirnya kembali ke RI. Namun, masih ada tiga bagian yang masih berdiri pada Mei 1950, yakni RI Yogyakarta, NIT, dan NST. Lalu, tiga negara bagian ini sepakat membentuk negara kesatuan. Mereka mengadakan perubahan dalam Konstitusi RIS jadi UUD Sementara. Dalam UUD Sementara 1950 ini, rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat berbunyi sama dengan Kontitusi RIS tadi.

Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dektrit Presiden yang salah satu isinya menyatakan kembali kepada UUD 1945. Dengan demikian, rumusan Pancasila pun kembali ke hasil sidang PPKI di tahun 1945. Dalam sejarah perumusan Pancasila, ternyata MPR pernah membuat rumusan dasar negara yang sedikit berbeda.

Rumusan dasar negara tersebut ada dalam lampiran Ketetapan MPR No. XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPR-GR mengenai sumber tertib hukum Republik Indonesia dan tata urutan peraturan perundangan RI. Berikut ini isi Pancasila dalam lampiran tersebut.

Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Persatuan Indonesia.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Keadilan sosial.

Rumusan ini hampir sama dengan Pancasila seperti yang kita kenal sekarang. Dan, rumusan Pancasila yang dikenal umum seperti sekarang ini, terdapat dalam lampiran Tap MPR No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila. Dasar negara Pancasila itu berisi.

Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Persatuan Indonesia.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikianlah info mengenai sejarah perumusan Pancasila, hingga akhirnya kita mengenal dasar negara seperti yang ada sekarang. Dapatkan info mnarik lainya di zona Terlarang blog berita hot trend dan ramalan terbaru.
Rating: 4.5 out of 5

1 comments:

ivan verys

Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




bisnistiket.co.id

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Zona Area Terlarang - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz